Monday, August 14, 2006

MARTIN LUTHER KING, JR.

"Saya mempunyai impian ...." Inilah seorang yang memiliki impian, dan ia telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengejar impiannya dan menyerahkan nyawanya bagi impiannya tersebut.
Namanya ialah Martin Luther King, Jr., dan impiannya adalah bahwa "Keempat anak saya yang masih kecil pada satu hari akan hidup di dalam suatu bangsa, di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka tetapi dari kandungan karakternya ...." Kata-kata tersebut mengguncang Amerika. Martin Luther King Jr. dikenal sebagai Pembela Hak dan Martabat Manusia (HAM) tanpa kekerasan.

Martin Luther King, Jr., pendeta muda ini, dilahirkan pada tanggal 15 Januari 1929 dalam keluarga pendeta Baptis. Dia dididik di Morehouse College dan Crozer Theological Seminary. Dia meraih gelar Ph.D. dari Boston University. Pada tahun 1954 ia menjadi pendeta Gereja Baptis Dexter Avenue di Montgomery, Alabama.

Satu tahun kemudian, seorang wanita berkulit hitam, Ny. Rosa Parks, mengambil sebuah langkah yang mengubah hidup King. Meskipun orang-orang kulit hitam diharuskan menumpang hanya di bagian belakang bus umum, ia duduk di depan -- semua tempat duduk di belakang telah terisi, dan ia mengambil tempat duduk pertama di bagian depan. Ia ditangkap karena melanggar undang-undang pemisahan (segretation law).

Martin Luther King Jr. mendukungnya dengan memimpin boikot pada sistem bus Montgomery. Sebenarnya orang-orang hitam lah penumpang terbanyak sistem bus tersebut, dan mereka diperlakukan dengan tidak adil. Maka orang-orang kulit hitam pun menolak naik bus selama diskriminasi masih berlanjut. Mereka merasa "lebih terhormat berjalan kaki daripada menumpang bus dengan kehinaan".

Terpengaruh dengan cara-cara tanpa kekerasannya Gandhi, King dan yang lain memprotes. "Kami akan mengimbangi kapasitas Anda yang menyebabkan kesengsaraan ... Perbuatlah kepada kami apa yang Anda inginkan dan kami akan terus-menerus mengasihi Anda," kata King merespons penyerang-penyerangnya. Mengikuti jejak Yesus, ia menyerukan,
"Yesus menegaskan dari kayu salib sebuah hukum yang lebih tinggi. Ia tahu bahwa filsafat kuno -- mata ganti mata -- akan membuat semua orang buta. Ia tidak berupaya mengatasi kejahatan dengan kejahatan. Ia mengatasi kejahatan dengan kebaikan. Meskipun disalibkan karena kebencian, Ia menanggapinya dengan kasih yang agresif."
Dengan diorganisasikannya Southern Christian Leadership Conference (Konferensi Kepemimpinan Kristen Selatan) yang diketuainya, King berkampanye di kota-kota bagian selatan: Jackson, Selma, Meridian, dan Birmingham. Namun, pengaruhnya meluas lebih jauh ketika ia memimpin serangan-serangan terhadap ketidakadilan sosial di kota-kota bagian utara.
Sekelompok pendeta Protestan kulit hitam terdekat, termasuk Jesse Jackson, mendukung King, dan orang-orang kulit putih, Katolik serta Yahudi tidak lama kemudian bergabung dalam barisannya. Metode-metode tanpa kekerasan menghadapi serangan selang, pentungan, anjing dan pemukul. Meskipun banyak orang Kristen mendukungnya, beberapa lawan King yang paling vokal pun menyebut nama Kristus. Pada musim semi 1963, King ditangkap karena memimpin gerakan protes di Birmingham, Alabama. Para rohaniawan di Atlanta mengkritiknya karena meninggalkan gerejanya di Montgomery. "Apa haknya terlibat di tempat lain, di mana dia bukan warganya?" tanya mereka.

Dalam "Surat dari Penjara Birmingham", King memberikan tanggapan bahwa "ketidakadilan di mana pun mengancam keadilan". Bagi mereka yang ada di luar "panah pemisah yang menyengat" dan yang menasihatinya untuk menunggu, ia menjawab: ".... Bila Anda disiksa pada siang hari dan dihantui pada malam hari karena Anda seorang Negro, senantiasa hidup dalam kecemasan, tanpa sepenuhnya mengetahui apa yang harus diharapkan berikutnya; dan jika digerogoti ketakutan di dalam hati dan amarah di luar; jika Anda senantiasa bergumul dengan perasaan yang terus memburuk bahwa Anda 'bukan apa-apa' -- barulah anda akan mengerti mengapa kami tidak sabar menunggu."

Gerakan protes atas Washington pada tahun 1963 merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah perjuangan hak sipil karena pengaruhnya telah berjasa bagi lahirnya Undang-undang Hak Sipil pada tahun 1964 dan Undang-undang Hak Pilih pada tahun 1965. Pada gerakan protes tersebut, Martin Luther King Jr. menampilkan impiannya:
"Saya mempunyai impian bahwa keempat anak saya yang masih kecil pada satu hari akan hidup di dalam suatu bangsa, di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka tetapi dari kandungan karakternya ... Dengan iman ini kami dapat mengubah suara-suara tidak harmonis di negeri kita menjadi simponi persaudaraan yang indah. Dengan keyakinan ini kita dapat bekerja sama, berdoa bersama dengan kesadaran bahwa kita akan bebas pada suatu hari kelak."
Pada tahun 1964, King menerima hadiah Nobel Perdamaian, suatu penghargaan yang mewujudkan sebagian impian itu.
King pergi ke Memphis, Tennessee, untuk mendukung pemogokan para pekerja pengangkut sampah pada tahun 1968. Pada tanggal 4 April, ketika ia sedang berdiri di lorong lantai dua di motelnya di Mulberry Street, bercakap-cakap dengan rekan-rekannya, ia ditembak seorang pembunuh. Peluru itu merenggut nyawanya, tetapi tidak mengakhiri impiannya yang sedang berlanjut.
Sebagai tanggapan atas keberanian dan kesaksian yang merupakan tekad rohaniawan ini, hari Senin ketiga bulan Januari ditetapkan sebagai Hari Martin Luther King. Dialah satu-satunya rohaniawan Amerika yang namanya dicantumkan pada kalender sebagai penghormatan.


Diedit dari sumber:
Judul Buku :100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
Judul Artikel:Martin Luther King, Jr., Memimpin Pawai ke Washington
Penulis :A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang, dan Randy Petersen
Penerbit :PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1991
Halaman :166 - 168

"Yesus menegaskan dari kayu salib sebuah hukum yang lebih tinggi. Ia tahu bahwa filsafat kuno -- mata ganti mata -- akan membuat semua orang buta. Ia tidak berupaya mengatasi kejahatan dengan kejahatan. Ia mengatasi kejahatan dengan kebaikan. Meskipun disalibkan karena kebencian, Ia menanggapinya dengan kasih yang agresif." Martin Luther King

George Whitefield, Peniru Gerak-gerik Pendeta

"Saudara-saudara yang kekasih, dengarlah kata-kata yang keluar dari mulut saya. Saya membawa pesan Allah Yang Maha kuasa".Orang-orang yang berkumpul di kedai minuman itu tertawa terbahak-bahak. Bagus, Nak! Bagus! teriak seorang pria gemuk pendek sambil mengangkat gelas birnya."Seandainya aku tidak melihatmu, Nak, aku mungkin tertipu," kata seorang langganan lainnya. "Kukira Pendeta Cole tua yang membentak-bentak di kedai minuman ibumu."George Whitefield muda, yang baru berumur lima belas tahun itu, melakukan tipuannya yang paling disukai, yaitu meniru-niru Bapak Cole, pendeta Southgate Chapel di Gloucester, Inggris.
Meniru-niru pendeta di daerahnya telah menjadi suatu hiburan yang dilakukannya tiap-tiap malam sementara ia mengurus kedai itu untuk ibu dan ayah tirinya.Bakat George Whitefield dalam hal meniru-niru dan bermain sandiwara itu terkenal di daerahnya. Di sekolah ia selalu disuruh mengucapkan pidato apabila bapak walikota mengadakan kunjungan tahunannya. Kadang-kadang ia membolos dari sekolah beberapa hari berturut-turut untuk latihan sandiwara.Ketika ia mencapai umur lima belas tahun, ia berhenti sekolah. Ibunya mengatakan bahwa ia diperlukan untuk membantu di kedai keluarganya itu. Demikianlah pemuda yang kelak kemudian hari menjadi penginjil yang terkenal di dunia itu menghabiskan waktunya tiap-tiap sore dan tiap-tiap malam dengan mengepel lantai, menghidangkan bir dan meniru-niru Bapak Cole, sang pendeta.Pada suatu malam, George dan teman-temannya masuk serta mengganggu kebaktian yang dipimpin oleh pendeta itu. Dengan berteriak-teriak, "Bapak Cole Tua! Bapak Cole Tua!" anak-anak lelaki itu hampir mengubah kebaktian itu menjadi kekacauan.Apa yang tidak diketahui oleh teman-teman George dan langganan-langganan kedai itu ialah, bahwa di dalam hatinya George sungguh-sungguh tertarik akan khotbah-khotbah Bapak Cole. Seringkali setelah kedai minuman itu ditutup, pemuda itu duduk sampai jauh malam membaca Alkitab.Pada suatu hari seorang temannya mampir ke kedai itu menyarankan agar George memikirkan untuk pergi ke Oxford. "Kamu dapat melanjutkan pendidikanmu dengan bekerja keras."George berkonsultasi dengan ibunya, dan disetujui bahwa ia hendaknya kembali ke sekolah serta menyelesaikan pelajaran-pelajarannya agar memenuhi syarat untuk masuk ke universitas.Ketika pelayan kedai yang masih muda itu akhirnya sampai di Oxford, ia bertemu dengan John dan Charles Wesley.
Kedua bersaudara itu telah membentuk Perkumpulan Suci yang disebut oleh mahasiswa-mahasiswa yang suka mengejek sebagai: 'Perkumpulan Orang Saleh', 'Kutu-kutu Alkitab', 'Fanatik-fanatik Alkitab', dan paling sering 'Kaum Metodis' karena acara kebaktian yang rutin dan teratur yang mereka ikuti.Tetapi George tertarik oleh kebiasaan-kebiasaan agama yang sangat ketat dan ibadah yang dipatuhi oleh kedua bersaudara Wesley. Dalam tahun yang kedua di Oxford, ia menjadi anggota perkumpulan itu, serta bersumpah akan hidup sesuai dengan peraturan itu.Ia berpuasa serta berdoa sama salehnya seperti anggota-anggota Perkumpulan Suci lainnya. Tetapi alangkah kecewanya, ia tidak menemukan damai di dalam jiwanya.Charles Wesley meminjamkan sebuah buku kepadanya, yang berjudul Kehidupan Allah di dalam Jiwa Manusia. Ajaran-ajaran dalam buku itu seolah-olah merupakan berkas-berkas cahaya yang menyinari hati pemuda Whitefield. "Allah telah menunjukkan kepadaku bahwa agama yang benar merupakan kesatuan jiwa dengan Allah, dan Kristus menyatakan diri dalam hati kita," Whitefield menulis kemudian.Dalam mencari agama yang benar ini, George Whitefield membiasakan dirinya berdoa dengan tekun. Tiap-tiap malam ia mengeluh dan mengerang di tempat tidurnya, sambil memerintahkan iblis agar pergi dari padanya. Ia mencoba hidup dengan menahan lapar dan memberikan hampir semua uangnya kepada orang miskin. Ia memakai sarung tangan wol yang kasar, pakaian yang penuh tambalan dan sepatu kotor.
Akhirnya, karena ia mencari kesatuan dengan Allah secara terburu-buru dan dipaksakan, ia menjadi sakit.Kemudian pada suatu hari ia ingat bahwa pernyataan Yesus akan rasa haus-Nya terjadi pada saat Ia tergantung di salib. Penderitaan-penderitaannya hampir berakhir, tiba-tiba Whitefield yang masih muda itu menjatuhkan dirinya di tempat tidur. "Aku haus! Aku haus!" teriaknya.Kemudian ia bersaksi mengenai apa yang dialaminya. "Tidak lama setelah itu, aku merasa dalam diriku bahwa aku dibebaskan dari beban. Perasaan duka telah diangkat dari dalam diriku, dan aku tahu apa yang menyebabkan aku sungguh-sungguh bersukacita di dalam Allah penebusku."Baru setahun kemudian, Whitefield menyampaikan khotbahnya tentang doktrin 'kelahiran baru'-nya di gereja-gereja terbesar di kota London. Seluruh Inggris segera menjadi gempar mendengar pengkhotbah muda yang bersuara emas itu.Atas undangan Wesley bersaudara, Whitefield perge ke Amerika. Ia memimpin kebangunan rohani yang dramatis di Georgia. Ketika kembali ke Inggris, ia mendapatkan dirinya lebih terkenal daripada sebelumnya. Pada saat gereja negara yang merasa dipermalukan itu menutup pintu baginya, Whitefield pindah ke lapangan-lapangan dan berkhotbah kepada orang banyak yang berjumlah tiga puluh ribu atau lebih. Banyak pendengarnya mengalami kelahiran baru.Ia pergi kembali ke Amerika. Pelayanannya demikian berhasil, sehingga bahkan Bernyamin Franklin yang skeptis itu menyatakan, "Rupa-rupanya seluruh dunia menjadi saleh."
George Whitefield baru saja berumur dua puluh enam tahun pada waktu itu.Whitefield berkhotbah selama tiga puluh tahun lagi kepada kumpulan banyak orang. Ia bolak-balik menyeberangi Atlantik. Ia terus berdoa bagi mereka yang belum mau memperdulikan panggilan Kristus. Pada tahun 1770, ia meninggal dunia ketika sedang berkhotbah. Ia sangat lelah dan tidak memperdulikan dirinya lagi. Ketika sedang berkhotbah, ia berbalik sambil mengangkat kedua tangannya dan berkata, "Aku lelah, ya Tuhan!" kemudian Whitefield meninggal di atas mimbar.
Lord Bolingbroke, bangsawan yang skeptis itu, menyebut dia 'Orang yang paling luar biasa pada jaman kita.'
Sumber: Bagaimana Tokoh-tokoh Kristen Bertemu dengan Kristus
Oleh : James C Hefley
Penerbit: Kalam Hidup

Gol Tangan Tuhan itu

Hari ini, dua puluh tahun yang lalu, Inggris ditewaskan Maradona di Stadion Azteca pada Piala Dunia 1986. Gol tangan Tuhan dan gol abad ini terlahir pada partai ini.
Seingat saya, Piala Dunia 1986 tidak seramai piala dunia kali ini. Koran juga tidak memanfaatkan momen ini untuk bahan jualan. Kalau tidak salah, TVRI pun tidak menyiarkannya secara langsung. Paling-paling saya membaca Tabloid BOLA, anaknya KOMPAS itu.
Gol tangan Tuhan dicetak oleh Maradona pada pertandingan perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Partai ini digelar pada 22 Juni 1986, tepat 20 tahun yang lalu, di Estadio Azteca, kota Meksiko. Maradona menggunakan tangan kirinya untuk mencetak gol, sebuah aksi yang sebenarnya dilarang dalam sepakbola. Namun wasit yang bertugas saat itu tidak melihatnya. Dikiranya Si Boncel mencetak gol itu menggunakan kepalanya.
Argentina memenangkan pertandingan ini 2-1 dan melaju ke semifinal. Di semifinal Argentina menewaskan Belgia 2-0. Lagi-lagi Maradona mencetak dua gol itu. Akhirnya kesebelasan Albiceleste menjadi juara setelah mengandaskan tim Panzer Jerman 3-2.
Tentang gol tangan Tuhan itu Maradona menuliskannya di autobiografinya pada 1992:
Kini saya merasa mampu untuk mengatakan apa yang dulu saya tidak bisa. Dulu saya menyebutnya “gol tangan Tuhan”. Sebenarnya bukan tangan Tuhan, tapi tangan Diego. Dan saya merasa sedikit seperti mencopet orang Inggris.

Thursday, August 03, 2006

Kisah Nyata Dari Afrika

Oleh: Tidak Diketahui
Pada tahun 1921, dua pasang suami istri dari Stockholm ( Swedia ), menjawab panggilan Allah untuk melayani misi penginjilan di Afrika. Kedua pasang suami istri ini menyerahkan hidupnya untuk mengabarkan Injil dalam suatu kebaktian pengutusan Injil. Mereka terbeban untuk melayani negara Belgian Kongo, yang sekarang bernama Zaire. Mereka adalah David & Svea Flood, serta Joel & Bertha Erickson.

Setelah tiba di Zaire, mereka melapor ke kantor Misi setempat. Lalu dengan menggunakan parang, mereka membuka jalan melalui hutan pedalaman yang dipenuhi nyamuk malaria. David dan Svea membawa anaknya David Jr. yang masih berumur 2 tahun. Dalam perjalanan, David Jr. terkena penyakit malaria. Namun mereka pantang menyerah dan rela mati untuk Pekerjaan Injil. Tiba di tengah hutan, mereka menemukan sebuah desa di pedalaman. Namun penduduk desa ini tidak mengijinkan mereka memasuki desanya. "Tak boleh ada orang kulit putih yang boleh masuk ke desa. Dewa-dewa kami akan marah," demikian kata penduduk desa itu.

Karena tidak menemukan desa lain, mereka akhirnya terpaksa tinggal di hutan dekat desa tersebut. Setelah beberapa bulan tinggal di tempat itu, mereka menderita kesepian dan kekurangan gizi. Selain itu, mereka juga jarang mendapat kesempatan untuk berhubungan dengan penduduk desa. Setelah enam bulan berlalu, keluarga Erickson memutuskan untuk kembali ke kantor misi. Namun keluarga Flood memilih untuk tetap tinggal, apalagi karena saat itu Svea baru hamil dan sedang menderita malaria yang cukup buruk. Di samping itu David juga menginginkan agar anaknya lahir di Afrika dan ia sudah bertekad untuk memberikan hidupnya untuk melayani di tempat tersebut.

Selama beberapa bulan Svea mencoba bertahan melawan demamnya yang emakin memburuk. Namun di tengah keadaan seperti itu ia masih menyediakan waktunya untuk melakukan bimbingan rohani kepada seorang anak kecil penduduk asli dari desa tersebut. Dapat dikatakan anak kecil itu adalah satu-satunya hasil pelayanan Injil melalui keluarga Flood ini. Saat Svea melayaninya, anak kecil ini hanya tersenyum kepadanya. Penyakit malaria yang diderita Svea semakin memburuk sampai ia hanya bisa berbaring saja. Tapi bersyukur bayi perempuannya berhasil lahir dengan selamat tidak kurang suatu apa. Namun Svea tidak mampu bertahan. Seminggu kemudian keadaannya sangat buruk dan menjelang kepergiannya, ia berbisik kepada David, "Berikan nama Aina pada anak kita," lalu ia meninggal.

David amat sangat terpukul dengan kematian istrinya. Ia membuat peti mati buat Svea, lalu menguburkannya. Saat dia berdiri di samping kuburan, ia memandang pada anak laki-lakinya sambil mendengar tangis bayi perempuannya dari dalam gubuk yang terbuat dari lumpur. Timbul kekecewaan yang sangat dalam di hatinya. Dengan emosi yang tidak terkontrol David berseru, "Tuhan, mengapa Kau ijinkan hal ini terjadi ? Bukankah kami datang kemari untuk memberikan hidup kami dan melayani Engkau ?! Istriku yang cantik dan pandai, sekarang telah tiada. Anak sulungku kini baru berumur 3 tahun dan nyaris tidak terurus, apalagi si kecil yang baru lahir. Setahun lebih kami ada di hutan ini dan kami hanya memenangkan seorang anak kecil yang bahkan mungkin belum cukup memahami berita Injil yang kami ceritakan. Kau telah mengecewakan aku, Tuhan. Betapa sia-sianya hidupku !"

Kemudian David kembali ke kantor misi Afrika. Saat itu David bertemu lagi dengan keluarga Erickson. David berteriak dengan penuh kejengkelan, "Saya akan kembali ke Swedia ! Saya tidak mampu lagi mengurus anak ini. Saya ingin titipkan bayi perempuanku kepadamu." Kemudian David memberikan Aina kepada keluarga Erickson untuk dibesarkan. Sepanjang perjalanan ke Stockholm, David Flood berdiri di atas dek kapal. Ia merasa sangat kesal kepada Allah. Ia menceritakan kepada semua orang tentang pengalaman pahitnya, bahwa ia telah mengorbankan segalanya tetapi berakhir dengan kekecewaan. Ia yakin bahwa ia sudah berlaku setia tetapi Tuhan membalas hal itu dengan cara tidak mempedulikannya.

Setelah tiba di Stockholm, David Flood memutuskan untuk memulai usaha di bidang import. Ia mengingatkan semua orang untuk tidak menyebut nama Tuhan di depannya. Jika mereka melakukan itu, segera ia naik pitam dan marah. David akhirnya terjatuh pada kebiasaan minum-minuman keras.
Tidak lama setelah David Flood meninggalkan Afrika, pasangan suami-istri Erickson yang merawat Aina meninggal karena diracun oleh kepala suku dari daerah dimana mereka layani. Selanjutnya si kecil Aina diasuh oleh Arthur & Anna Berg. Keluarga ini membawa Aina ke sebuah desa yang bernama Masisi, Utara Kongo. Di sana Aina dipanggil "Aggie". Si kecil Aggie segera belajar bahasa Swahili dan bermain dengan anak-anak Kongo. Pada saat-saat sendirian si Aggie sering bermain dengan khayalan. Ia sering membayangkan bahwa ia memiliki empat saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, dan ia memberi nama kepada masing-masing saudara khayalannya. Kadang-kadang ia menyediakan meja untuk bercakap-cakap dengan saudara khayalannya. Dalam khayalannya, ia melihat bahwa saudara perempuannya selalu memandang dirinya.

Keluarga Berg akhirnya kembali ke Amerika dan menetap di Minneapolis. Setelah dewasa, Aggie berusaha mencari ayahnya tapi sia-sia. Aggie menikah dengan Dewey Hurst, yang kemudian menjadi presiden dari sekolah Alkitab Northwest Bible College. Sampai saat itu Aggie tidak mengetahui bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan adik Svea, yang tidak mengasihi Allah dan telah mempunyai anak lima, empat putra dan satu putri Tepat seperti khayalan Aggie ).

Suatu ketika Sekolah Alkitab memberikan tiket kepada Aggie dan suaminya untuk pergi ke Swedia. Ini merupakan kesempatan bagi Aggie untuk mencari ayahnya. Saat tiba di London, Aggie dan suaminya berjalan kaki di dekat Royal Albert Hall. Di tengah jalan mereka melihat ada suatu pertemuan penginjilan. Lalu mereka masuk dan mendengarkan seorang pengkotbah kulit hitam yang sedang bersaksi bahwa Tuhan sedang melakukan perkara besar di Zaire. Hati Aggie terperanjat.

Setelah selesai acara, ia mendekati pengkotbah itu dan bertanya, "Pernahkah anda mengetahui pasangan penginjil yang bernama David dan Svea Flood ?" Pengkotbah kulit hitam ini menjawab, "Ya, Svea adalah orang yang membimbing saya kepada Tuhan waktu saya masih anak-anak. Mereka memiliki bayi perempuan tetapi saya tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang." Aggie segera berseru, "Sayalah bayi perempuan itu ! Saya adalah Aggie - Aina !"
Mendengar seruan itu si Pengkotbah segera menggenggam tangan Aggie dan memeluk sambil menangis dengan sukacita. Aggie tidak percaya bahwa orang ini adalah bocah yang dilayani ibunya. Ia bertumbuh menjadi seorang penginjil yang melayani bangsanya dan pekerjaan Tuhan berkembang pesat dengan 110.000 orang Kristen, 32 Pos penginjilan, beberapa sekolah Alkitab dan sebuah rumah sakit dengan 120 tempat tidur.
Esok harinya Aggie meneruskan perjalanan ke Stockholm dan berita telah tersebar luas bahwa mereka akan datang. Setibanya di hotel, ketiga saudaranya telah menunggu mereka di sana dan akhirnya Aggie mengetahui bahwa ia benar-benar memiliki saudara lima orang. Ia bertanya kepada mereka, "Dimana David kakakku ?" Mereka menunjuk seorang laki-laki yang duduk sendirian di lobi.

David Jr. adalah pria yang nampak kering, lesu dan berambut putih. Seperti ayahnya, iapun dipenuhi oleh kekecewaan, kepahitan dan hidup yang berantakan karena alkohol. Ketika Aggie bertanya tentang kabar ayahnya, David Jr. menjadi marah. Ternyata semua saudaranya membenci ayahnya dan sudah bertahun-tahun tidak membicarakan ayahnya. Lalu Aggie bertanya, "Bagaimana dengan saudaraku perempuan ?" Tak lama kemudian saudara perempuannya datang ke hotel itu dan memeluk Aggie dan berkata, "Sepanjang hidupku aku telah merindukanmu. Biasanya aku membuka peta dunia dan menaruh sebuah mobil mainan yang berjalan di atasnya, seolah-olah aku sedang mengendarai mobil itu untuk mencarimu kemana-mana." Saudara perempuannya itu juga telah menjauhi ayahnya, tetapi ia berjanji untuk membantu Aggie mencari ayahnya.

Lalu mereka memasuki sebuah bangunan tidak terawat. Setelah mengetuk pintu, datanglah seorang wanita dan mempersilakan mereka masuk. Di dalam ruangan itu penuh dengan botol minuman, tapi di sudut ruangan nampak seorang terbaring di ranjang kecil, yaitu ayahnya yang dulunya seorang penginjil. Ia berumur 73 tahun dan menderita diabetes, stroke dan katarak yang menutupi kedua matanya. Aggie jatuh di sisinya dan menangis, "Ayah, aku adalah si kecil yang kau tinggalkan di Afrika." Sesaat orang tua itu menoleh dan memandangnya. Air mata membasahi matanya, lalu ia menjawab, "Aku tak pernah bermaksud membuangmu, aku hanya tidak mampu untuk mengasuhnya lagi." Aggie menjawab, "Tidak apa-apa, Ayah. Tuhan telah memelihara aku."
Tiba-tiba, wajah ayahnya menjadi gelap, "Tuhan tidak memeliharamu !" Ia mengamuk. "Ia telah menghancurkan seluruh keluarga kita ! Ia membawa kita ke Afrika lalu meninggalkan kita. Tidak ada satupun hasil di sana. Semuanya sia-sia belaka !" Aggie kemudian menceritakan pertemuannya dengan seorang pengkotbah kulit hitam dan bagaimana perkembangan penginjilan di Zaire. Penginjil itulah si anak kecil yang dahulu pernah dilayani oleh ayah dan ibunya. "Sekarang semua orang mengenal anak kecil, si pengkotbah itu. Dan kisahnya telah dimuat di semua surat kabar." Saat itu Roh Kudus turun ke atas David Flood. Ia sadar dan tidak sanggup menahan air mata lalu bertobat.

Tak lama setelah pertemuan itu, David Flood meninggal, tetapi Allah telah memulihkan semuanya, kepahitan hatinya dan kekecewaannya. //-->

alkitab ditulis bukan utk menambah pengetahuan, tetapi ut mengubah hidupmu

"DIUBAHKAN LEWAT KEBENARAN"
"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yangkeluar dari mulut Allah." (Matius 4:4)
"Firman kasih karunia Allah bisa membuatmu menjadi apa yang Dia inginkan dan memberimu segala sesuatu yang mungkin kamu perlukan." (Kisah Para Rasul 20:32 [Msg])
Kebenaran Mengubah Kita-----------------------Pertumbuhan rohani merupakan proses menggantikan dusta dengan kebenaran. Yesus berdoa, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."1) Penyucian membutuhkan Penyataan Allah. Roh Allah memakai Firman Allah untuk menjadikan kita serupa dengan Anak Allah. Untuk menjadi serupa dengan Yesus, kita harus memenuhi hidup kita dengan Firman-Nya. Alkitab mengatakan, "Melalui Firman itu kita disetel dan dikembangkan untuk tugas-tugas yang Allah miliki bagi kita."2)


Firman Allah tidak seperti firman lainnya. Firman Allah itu hidup.3) Yesus berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."4) Ketika Allah berbicara, hal-hal berubah. Segala sesuatu di sekeliling Anda, yaitu semua ciptaan, ada karena "Allah telah berfirman." Dia memerintahkan semuanya menjadi ada. Tanpa Firman Allah Anda bahkan tidak akan hidup. Yesus menunjukkan, "Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."5)

Alkitab jauh lebih dari sekadar sebuah buku petunjuk berisi doktrin. Firman Allah menghasilkan kehidupan, menimbulkan iman, mendatangkan perubahan, membuat Iblis takut, menyebabkan mukjizat, menyembuhkan sakit hati, membangun karakter, mengubah keadaan, memberikan sukacita, mengatasi kesusahan, mengalahkan pencobaan, memberikan pengharapan, melepaskan kuasa, menyucikan pikiran kita, menciptakan berbagai hal, dan menjamin masa depan kita selamanya! Kita tidak bisa hidup tanpa Firman Allah! Jangan pernah meremehkannya. Anda harus menganggapnya sepenting makanan bagi kehidupan Anda. Ayub berkata, "Aku menghargai Firman dari mulut-Nya lebih daripada makananku setiap hari."6)
Firman Allah merupakan gizi rohani yang harus Anda makan untuk memenuhi tujuan Anda. Alkitab disebut air susu, roti, makanan keras, dan madu.7) Empat jenis makanan ini merupakan menu Roh Kudus bagi kekuatan dan pertumbuhan rohani. Petrus memberi kita nasihat, "Rindukanlah susu rohani yang murni, sehingga olehnya kamu bertumbuh dan memperoleh keselamatanmu."8)
Tinggal dalam Firman Allah--------------------------Ada lebih banyak Alkitab yang dicetak sekarang daripada sebelumnya, tetapi sebuah Alkitab di rak tidaklah berharga. Jutaan orang percaya diserang anorexia rohani, kelaparan hingga mati karena kekurangan gizi rohani. Untuk menjadi murid Yesus yang sehat, makan dari Firman Allah haruslah menjadi prioritas utama Anda. Yesus menyebutnya "tinggal." Dia berkata, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."9) Dalam kehidupan sehari-hari, tinggal dalam Firman Allah meliputi tiga kegiatan.

Saya harus menerima otoritas Firman Allah. Alkitab harus menjadistandar yang berotoritas bagi kehidupan saya: kompas yang sayaandalkan untuk petunjuk arah, nasihat yang saya dengarkan untukmembuat keputusan-keputusan yang bijak, dan patokan yang saya gunakanuntuk menilai segala sesuatu. Alkitab harus selalu merupakan penentudalam hidup saya.

Banyak masalah kita muncul karena kita mendasarkan pilihan-pilihankita pada berbagai otoritas yang tidak dapat diandalkan: budaya("semua orang melakukannya"), tradisi ("kita selalu melakukannya"),nalar ("sepertinya itu masuk akal"), atau emosi ("rasanya pas").Keempat hal ini menjadi rusak oleh peristiwa kejatuhan manusia. Apayang kita butuhkan adalah sebuah standar yang sempurna yang tidak akanpernah membawa kita ke arah yang keliru. Hanya Firman Allah yangmemenuhi kebutuhan tersebut. Salomo mengingatkan kita, "Semua firmanAllah adalah murni."10) dan Paulus menjelaskan, "Segala tulisan dalamKitab Suci merupakan Firman Allah. Semuanya berguna untuk mengajar danmembantu orang serta untuk memperbaiki kelakuan mereka dan menunjukkankepada mereka cara untuk hidup"11)
Pada tahun-tahun pertama pelayanannya, Billy Graham mengalami suatumasa di mana dia bergumul dengan keraguan tentang keakuratan danotoritas Alkitab. Suatu malam yang berterang bulan dia berlutut danmenangis serta berkata kepada Allah bahwa, meski ada perikol perikopyang membingungkan yang tidak dia pahami, mulai saat itu dia akansepenuhnya mempercayai Alkitab sebagai satu-satunya otoritas bagikehidupan dan pelayanannya. Semenjak itu, kehidupan Billy diberkatidengan kuasa dan keefektifan yang luar biasa.

Keputusan yang paling penting yang bisa Anda buat sekarang ialahmenetapkan apa yang akan merupakan otoritas tertinggi bagi kehidupanAnda. Putuskan bahwa tanpa menghiraukan budaya, tradisi, nalar, atauemosi, Anda memilih Alkitab sebagai otoritas terakhir Anda. Mula-mulapastikan untuk bertanya, "Apa yang Alkitab katakan?" pada saat Andamembuat keputusan. Buatlah keputusan bahwa ketika Allah mengatakanuntuk melakukan sesuatu, Anda akan mempercayai Firman Allah danmelakukannya entah itu masuk akal atau tidak atau entah Anda merasaingin melakukannya atau tidak. Ambillah pernyataan Paulus sebagaipeneguhan iman Anda secara pribadi: "Aku percaya kepada segala sesuatuyang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi."12)

Saya harus menerima kebenaran Firman Allah. Tidak cukup hanya percayaAlkitab; saya harus mengisi pikiran saya dengannya sehingga Roh Kudusbisa mengubah saya dengan kebenaran itu. Ada lima cara untuk melakukanhal ini: Anda bisa menerimanya, membacanya, menelitinya, menghafalnya,dan merenungkannya.

Pertama, Anda menerima Firman Allah ketika Anda mendengarkan danmenyambutnya dengan sikap terbuka dan reseptif. Perumpamaan tentangpenabur menggambarkan bagaimana sikap reseptif kita menemukan apakahFirman Allah berakar di dalam hidup kita dan menghasilkan buah atautidak. Yesus menyebut tiga sikap yang tidak reseptif, yakni pikiranyang tertutup (tanah yang keras), pikiran yang dangkal (tanah berbatu-batu), dan pikiran yang kacau (tanah dengan semak duri), dan kemudianDia berkata, "perhatikanlah cara kamu mendengar."13)
Setiap kali Anda merasa tidak mendapat apa-apa dari suatu khotbah ataudari seorang guru Alkitab, Anda seharusnya mengecek sikap Anda,khususnya kesombongan, karena Allah bisa berbicara bahkan melaluipengajar yang paling membosankan bila Anda bersikap rendah hati danreseptif. Yakobus menasihati, "Terimalah dengan rendah hati (lemahlembut) perkataan yang ditanam oleh Allah di dalam hatimu, sebabperkataan itu mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan kalian."14)

Kedua, selama sebagian besar dari 2.000 tahun sejarah gereja, hanyapendeta-pendeta yang harus membaca Alkitab secara pribadi, tetapisekarang jutaan orang bisa membacanya. Namun, banyak orang percayalebih setia untuk membaca koran harian daripada Alkitab mereka. Tidakheran kalau kita tidak bertumbuh. Kita tidak bisa menonton televisiselama tiga jam, lalu membaca Alkitab selama tiga menit dan berharapuntuk bertumbuh.

Banyak orang yang menyatakan percaya Alkitab "dari awal sampai akhir"belum pernah membacanya dari awal hingga akhir. Tetapi andaikata Andamau membaca Alkitab lima belas menit saja sehari, Anda akan membacadengan lengkap seluruh Alkitab sekali setahun. Jika Anda memotong satusaja program televisi yang berdurasi 30 menit setiap hari dan membacaAlkitab sebagai gantinya, Anda akan membaca seluruh Alkitab dua kalisetahun.

Membaca Alkitab setiap hari akan membuat Anda tetap berada dalamjangkauan suara Allah. Itu sebabnya Allah memerintahkan raja-rajaIsrael untuk selalu menyimpan salinan Firman-Nya di dekat mereka:"Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumurhidupnya."15) Tetapi jangan hanya menaruh Alkitab di dekat Anda;bacalah dengan teratur! Sebuah peralatan sederhana yang berguna untukini ialah rencana bacaan Alkitab setiap hari. Rencana itu akanmencegah Anda untuk hanya melompat-lompat di seputar Alkitab secaraacak dan meremehkan beberapa bagian. Jika Anda ingin sebuah salinanrencana bacaan Alkitab pribadi saya, lihatlah apendiks 2.

Ketiga, meneliti, atau mempelajari, Alkitab adalah cara praktis lain untuk tinggal di dalam Firman. Perbedaan antara membaca dan meneliti Alkitab meliputi dua kegiatan tambahan: mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang teks dan menuliskan berbagai pengertian Anda. Anda belum benar-benar meneliti Alkitab sebelum Anda menulis pikiran-pikiran Anda di kertas atau komputer.

Tempat tidak memungkinkan saya untuk menjelaskan berbagai metode penelitian Alkitab. Ada beberapa buku yang berguna tentang metode-metode penelitian Alkitab, termasuk salah satu yang saya tulis lebih dari dua puluh tahun yang lalu.16) Rahasia untuk mengadakan penelitian Alkitab yang baik hanyalah belajar mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Metode yang berbeda menggunakan pertanyaan yang berbeda. Anda akan menemukan jauh lebih banyak jika Anda berhenti sebentar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti siapa? apa? kapan? di mana? mengapa? dan bagaimana? Alkitab mengatakan, "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."17)

Cara keempat untuk tinggal dalam Firman Allah ialah denganmenghafalnya. Kemampuan Anda untuk menghafal ialah pemberian Allah.Anda mungkin mengira Anda memiliki ingatan yang lemah, tetapi yangsebenarnya ialah, Anda telah menghafal jutaan gagasan, kebenaran,fakta, dan angka. Anda mengingat apa yang penting bagi Anda. JikaFirman Allah itu penting, Anda akan menyediakan waktu untukmengingatnya.
Ada banyak manfaat menghafal ayat-ayat Alkitab. Itu akan membantu Andamelawan pencobaan, membuat keputusan-keputusan yang bijak, mengurangiketegangan, membangun rasa percaya diri, memberikan nasihat yang baik,dan menyampaikan iman Anda kepada orang lain."18)
Ingatan Anda seperti otot. Semakin Anda menggunakannya, semakin kuatia jadinya, dan menghafal ayat akan menjadi lebih mudah. Anda bisamemulai dengan memilih beberapa ayat Alkitab dari buku ini yang telahmenyentuh perasaan Anda dan menuliskannya di atas sebuah kartu kecilyang bisa Anda bawa. Kemudian ulangilah keras-keras sepanjang hariAnda. Anda bisa menghafalkan ayat di manapun: sementara bekerja atauberolah raga atau berkendara atau menanti atau akan tidur. Ketigakunci untuk menghafal ayat adalah mengulang, mengulang, dan mengulang!Alkitab berkata, "Ingatlah akan apa yang diajarkan oleh Kristus danbiarlah perkataan-Nya memperkaya hidup saudara serta menjadikansaudara bijaksana."19)

Cara kelima untuk tinggal di dalam Firman Allah ialah merenungkannya,yang Alkitab sebut "renungan" (meditation). Bagi banyak orang, idetentang merenungkan menghasilkan gambaran-gambaran tentang menetralkanpikiran Anda dan membiarkannya mengembara. Ini jelas-jelasbertentangan dengan merenungkan yang alktiabiah. Merenungkan adalahcara berpikir yang difokuskan. Ini membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Anda memilih sebuah ayat dan merenungkannya berulang-ulangkali dalam pikiran Anda.

Seperti yang saya sebutkan dalam bab 11, jika Anda mengetahui carauntuk khawatir, maka Anda telah mengetahui cara untuk merenung.Khawatir adalah Cara berpikir yang difokuskan pada sesuatu yangnegatif. Merenungkan ialah melakukan hal yang sama, hanya yangdifokuskan adalah Firman Allah dan bukannya masalah Anda.
Tidak ada kebiasaan lain yang bisa lebih berhasil mengubah kehidupanAnda dan menjadikan Anda lebih serupa dengan Yesus ketimbang kebiasaanmerenungkan Alkitab setiap hari. Ketika kita mengambil waktu untukmerenungkan kebenaran Allah, sambil dengan sungguh-sungguh merenungkanteladan Kristus, kita "diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalamkemuliaan yang semakin besar."20)

Jika Anda melihat setiap kali Allah berbicara perihal merenungkan didalam Alkitab, Anda akan kagum pada manfaat-manfaat yang telah Diajanjikan kepada orang-orang yang mengambil waktu untuk merenungkanFirman-Nya sepanjang hari. Salah satu alasan mengapa Allah menyebutDaud "seorang yang berkenan di hati-Ku."21) adalah karena Daud senangmerenungkan Firman Allah. Daud berkata, "Betapa kucintai Taurat-Mu!Aku merenungkannya sepanjang hari."22) Sungguh-sungguh merenungkankebenaran Allah merupakan kunci bagi doa yang dikabulkan dan rahasiabagi kehidupan yang berhasil.23)
Saya harus menerapkan prinsip-prinsipnya. Menerima, membaca, meneliti,menghafal, dan merenungkan Firman akan sia-sia jika kita gagalmempraktikkannya. Kita harus menjadi "pelaku firman"24) Inilah langkahtersulit dari semuanya, karena Iblis melawannya dengan keras. Iblistidak peduli Anda pergi ke pendalaman Alkitab selama Anda tidakmelakukan apapun dengan apa yang Anda pelajari.

Kita membodohi diri kita sendiri bila kita mengira bahwa hanya karenakita telah mendengar atau membaca atau meneliti sebuah kebenaranberarti, kita telah menghayatinya. Sesungguhnya, Anda bisa begitusibuk pergi ke kelas atau seminar atau pertemuan Alkitab berikutnyasehingga Anda tidak memiliki waktu untuk menerapkan apa yang telahAnda pelajari. Anda melupakannya pada saat Anda pergi untuk pendalamanberikutnya. Tanpa penerapan, semua pendalaman Alkitab kita sia-sia.Yesus mengatakan, "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini danmelakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikanrumahnya di atas batu."25) Yesus juga menunjukkan bahwa berkat Allahdatang karena orang menaati kebenaran, bukan hanya mengetahuinya. Diaberkata, "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jikakamu melakukannya."26)

Alasan lain mengapa kita menghindari penerapan pribadi ialah karenahal tersebut bisa sulit atau bahkan menyakitkan. Kebenaran akanmembebaskan Anda, tetapi mula-mula kebenaran tersebut mungkin membuatAnda tidak senang! Firman Allah menyingkapkan berbagai motif kita,menunjukkan kesalahan-kesalahan kita, menegur dosa-dosa kita, danberharap agar kita berubah. Menentang perubahan merupakan sifatmanusia, karena itu menerapkan Firman Allah merupakan kerja keras.Itulah sebabnya, sangat penting untuk membicarakan penerapan pribadiAnda dengan orang lain.
Tidak berlebihan kalau saya menekankan pentingnya menjadi anggota darisebuah kelompok kecil diskusi pendalaman Alkitab. Kita selalu belajardari orang lain kebenaran-kebenaran yang tidak pernah bisa kitapelajari sendiri. Orang lain akan membantu Anda melihat pengertian-pengertian yang bisa terlewatkan oleh Anda dan membantu Andamenerapkan kebenaran Allah dengan suatu cara yang praktis.
Cara terbaik untuk menjadi seorang "pelaku Firman" ialah selalumenulis langkah tindakan sebagai hasil dari pembacaan atau pengalamanatau perenungan Anda atas Firman Allah. Kembangkan kebiasaan untukmenulis apa tepatnya yang Anda ingin lakukan. Langkah tindakan iniseharusnya bersifat pribadi (melibatkan Anda), praktis (sesuatu yangbisa Anda kerjakan), dan bisa dibuktikan (dengan sebuah batas waktuuntuk melakukannya). Setiap penerapan akan meliputi hubungan Andadengan Allah, hubungan Anda dengan orang lain, atau karakter pribadiAnda.

Seperti yangdikatakan oleh D.L. Moody, "Alkitab bukan diberikan untuk meningkatkanpengetahuan kita, melainkan untuk mengubah hidup kita."

RENUNGAN PAGI

Kamis , 3 Agt 2006
"Demi Kepuasanmu?"
Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu,
ia membebaskan Barabas bagi mereka.
Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
( Markus 15:15 )
Kadang .......
Untuk memuaskan hati orang .......
Banyak orang yang menyesah Yesus ......
Banyak orang yang menyalibkan Yesus ........
Bagaimana dengan kita ..... ?
Adakah kita juga lakukan hal yang sama ....... ?
Menyesah Dia ...... ?
Menyalibkan Dia ...... ?
Demi kepuasan banyak orang ...... ?
Tuhan memberkati.

TUHAN TAHU


Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan ! Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia... Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha. Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih... Tuhan sudah menghitung airmatamu. Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasaberlalu begitu saja... Tuhan sedang menunggu bersama denganmu. Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.Tuhan selalu berada disampingmu. Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendakberbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya. Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan... Tuhan dapat menenangkanmu. Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... Tuhan sedang berbisik kepadamu. Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..Tuhan telah memberkatimu. Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... Tuhan telah tersenyum padamu. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi... Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu. Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU


Rahasia Kuasa Pengurapan
Ketenangan dan ketentraman dalam Kristus bukan berarti kita tidak pernah menghadapi masalah, tetapi ketenangan dan ketentraman akan terjadi apabila Allah beserta kita. Mazmur 20:7 "Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya." Apabila Daud berkata "sekarang aku tahu", maka sebelumnya Daud tidak tahu. Tetapi Tuhan menunjukkan kepada Daud, bahwa Dia memberikan kemenangan bagi orang yang diurapi. Tidak akan ada ketentraman tanpa pengurapan, dan tidak ada orang yang dapat berkata "saya bisa bawa damai", kalau orang tersebut tidak diurapi oleh Tuhan. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah : "Mengapa Daud berkata sekarang aku tahu?". Jawabannya adalah karena Daud pernah mengalami kehidupan yang berbeda, yaitu dari kehidupan yang dahulu dengan kehidupan yang kemudian. Daud pernah mengalami kehidupan sebagai seorang gembala kambing domba dan tahu bagaimana pahit getirnya dalam mengalami pergumulan hidup. Tetapi setelah ia menerima pengalaman yang dahsyat dari Tuhan, maka ia berkata : "sekarang aku tahu". Berapa banyak orang Kristen, sudah bertahun-tahun tidak mengalami damai sejahtera baik dalam melayani Tuhan maupun dalam rumah tangganya. Tetapi mereka berusaha menutupi apa yang sedang mereka alami, sehingga berapa banyak keluarga Kristen yang hidup dikelilingi oleh kemunafikan. Berapa banyak orang Kristen beranggapan bahwa apabila banyak penderitaan, maka kita sedang melakukan kehendakNya, atau Tuhan merasa senang apabila kita sedang mengalami penderitaan. Itu SALAH. Bukankah Allah ada di tengah kita sebagai pahlawan yang memberikan kemenangan, sehingga kita senantiasa bersukacita; artinya : di saat bagaimanapun juga kita tetap bersukacita karena Tuhan tidak pernah gagal dalam menepati janji-janjiNya. Dan mengapa seringkali kita tidak tahu bahwa Allah senantiasa memberikan kemenangan?

Ada beberapa alasan mengapa kita tidak tahu bahwa Tuhan memberikan kemenangan :
1. Hidup dalam kesombonganAlkitab berkata jelas, bahwa Allah melawan orang sombong. Dan firman Tuhan juga berkata "terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri". Oleh sebab itu Daud belajar untuk tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, dan ia berkata "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku."
2. Hidup dalam dosaWaktu kita hidup dalam dosa, maka kita tidak akan tahu kuasa Tuhan, sebab Alkitab berkata : "pikirannya dibutakan oleh ilah jaman". Dan firman Tuhan juga berkata : "tangan Tuhan bukan kurang panjang, dan telingaNya tidak kurang tajam; tetapi yang menjadi penghalang berkat itu turun adalah dosa dan pelanggaran kita". Kita tidak dapat melihat kemulian Allah turun atas kita karena kita masih hidup dalam dosa. Dosa tidak hanya berwujud berzinahan saja, tetapi iri hati, dengki dan dendam juga merupakan dosa. Karena berapa banyak orang Kristen, termasuk hamba Tuhan mempunyai iri hati antara yang satu dengan yang lainnya.
3.Tidak hidup dalam firmanBerapa banyak orang Kristen tidak hidup dalam firmanNya. Padahal firman Tuhanlah yang membersihkan hati dan hidup kita, dan firman Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan oleh karena firmanNya-lah kita hidup dari kemenangan lepas kemenangan. Sebab orang yang bergaul dengan Allah dan senantiasa mengandalkan Tuhan maka orang tersebut akan tetap tegap berdiri walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan.
Pengurapan harus terjadi kepada setiap orang, bukan hanya pada hamba Tuhan saja, tetapi kepada setiap orang yang mengaku bahwa dirinya adalah milik Kristus. Dan ciri-ciri orang yang diurapi Tuhan :
1. Seorang yang mau berubahMengapa kita tidak mengalami suasana kententraman? Intinya sederhana yaitu karena kita tidak mau berubah. Kita lihat contoh Daud, Musa dan Abraham adalah orang-orang yang diurapi, dan mereka pernah mengalami kegagalan, tetapi mereka mau berubah. Kita bukan sekedar mau api dari Tuhan, tetapi biarlah api Tuhan itu yang merubah hidup kita. Karena kalau kita hanya berubah secara luar saja maka kita disebut sebagai orang munafik. Selama ada kemunafikan maka pelipatgandaan tidak akan terjadi dalam kehidupan kita.
2. Seorang yang selalu memandang TuhanMengapa kita tidak bisa masuk dalam ketentraman yang Allah sediakan; mengapa kita terus masuk di padang gurun dan tidak pernah masuk kebun buah-buahan? Karena kita tidak pernah memandang Tuhan. Oleh sebab itu kita belajar untuk senantiasa memandang Tuhan. Walaupun kita mendapat perlakuan tidak adil, kita difitnah ataupun dihina, maka percayalah bahwa Allah siap untuk memberkati kita, asalkan kita tetap memandang kepadaNya. Berapa banyak orang tidak dapat memandang Tuhan, karena mereka memandang jasa-jasa yang telah dilakukan. Tetapi perlu kita ingat bahwa kita bisa berbuat baik, semuanya itu oleh karena anugerah Allah. Orang yang memandang Tuhan akan mempunyai semangat, karena orang yang bersemangatlah akan mengalami mujizat. Orang yang memandang Tuhan, akan takut untuk berbuat dosa, dan orang yang memandang Tuhan hidupnya mendapatkan kekuatan dari Tuhan.
3. Seorang yang selalu menjaga hatinya bersih di hadapan TuhanMujizat selalu berhubungan dengan hati, urapan selalu berhubungan dengan hati. Contohnya : ketika Samuel hendak mengurapi anak Isai. Samuel memandang siapa yang cocok diurapi untuk menjadi raja. Samuel beranggapan bahwa anaknya yang tinggi tegap yang cocok untuk menjadi raja, tetapi Tuhan mengingatkan bahwa manusia melihat apa yang ada di depan mata tetapi Tuhan melihat hati. Sehingga pada akhirnya, Daudlah yang diurapi menjadi raja karena hatinya bersih di hadapan Tuhan.

Bermegah Dalam Salib

Galatia 6:14 “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.”

Siapa yang tidak kenal dengan Rasul Paulus ?Rasul Paulus dipakai dengan sangat luar biasa oleh Tuhan untuk memberitakan injil, khususnya bagi orang bukan Yahudi.Kuasa Allah bekerja sangat dasyat dalam hidupnya sehingga bahkan sapu tangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dapat menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat.Ia menulis sebagian besar kitab perjanjian baru yang menjadi pegangan yang sangat penting bagi perkembangan gereja selanjutnya.Bisa dikatakan Rasul Paulus merupakan orang kedua yang paling berpengaruh setelah Yesus Kristus dalam dunia kekristenan.Akan tetapi, Paulus berkata bahwa ia sekali-kali tidak mau bermegah dengan semua mujizat, kuasa, hikmat dan wahyu yang dia miliki selain bermegah dalam salib Kristus.

Semakin banyak berkat Tuhan yang kita terima maka demikian juga bahayanya semakin besar.Bahaya terbesar datang saat Tuhan mulai memakai kita terutama saat mulai dikenal orang banyak.Kebanyakan hamba Tuhan mengalami kejatuhan justru ditengah masa kesuksesan dan keemasan mereka.Abraham Lincoln mengatakan aku tidak bagitu kuatir saat engkau jatuh namun aku justru kuatir ketika engkau bangkit.Kegagalan dan
kekecewaan bukanlah musuh terbesar sebab biasanya itu justru akan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan.Kesuksesan dapat menjadi musuh terbesar dan awal dari kejatuhan bila kita melupakan salib Kristus.Tempat yang paling aman adalah dimana salib masih bekerja dan menjamah seluruh milik dan tindakan kita.

Kalau begitu apakah kita tidak dapat menjadi sukses atau kaya tetapi tetap berkenan kepada Tuhan ?Apakah kita harus terus mengalami kegagalan dan hidup miskin agar tetap berkenan kepada Tuhan ?Percayalah, Tuhan tidak menentang kita untuk menjadi sukses atau kaya bila itu tidak membahayakan hidup kita.
Tetapi Tuhan ingin agar salib terlebih dahulu bekerja dalam hidup kita untuk
menghancurkan, mengosongkan, meremukkan dan membawa kita pada pengenalan akan Tuhan sehingga sukacita dan kebahagiaan kita bersumber pada Tuhan bukan bersumber pada dunia ini.Salib harus bekerja terlebih dahulu sehingga Tuhan menjadi satu-satunya yang sangat berharga dalam hidup kita.Hanya pada posisi inilah, berkat dan kesuksesan tidak akan menjadi berhala dan membahayakan kita.

Ketika Tuhan menjadi satu-satunya sumber sukacita dan kebahagiaan kita maka kita tidak akan begitu peduli lagi dengan kesuksesan dan berkat materi.Jika memang diberi anugerah untuk hidup kaya, kita akan menerimanya dengan rasa syukur tetapi jika memang Tuhan ingin kita hidup sederhana maka kita akan puas dan menerimanya dengan ucapan syukur juga.Bahkan sekalipun Tuhan mengijinkan kita mengalami penganiayaan dan penjara seperti para rasul gereja mula-mula maka kita akan menerimanya sebagai kehormatan.Kaya atau tidak kaya, terkenal atau tidak terkenal tidak menjadi masalah lagi sebab sukacita dan kebahagiaan kita tidak lagi bersumber pada hal tersebut, itulah pekerjaan salib.Ya Tuhanku, Hanya dalam salibMu aku hendak bermegah !

Sunday, July 30, 2006

MERAUKE

Kabupaten Merauke

Merauke adalah kota yang paling selatan di Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Disebabkan oleh jaraknya yang dekat dengan Australia, sehingga terdapat kesamaan karakteristik alam dataran kering. Di sekitar Merauke terdapat savana, pohon kayu putih dan kangguru mengingatkan kita kepada Benua Australia. Pohon Sagu, yang merupakan sumber kebutuhan pokok, tumbuh disekitar sungai dan rawa. Merauke sendiri sangat berdebu dan panas. Turis seringkali pergi ke Merauke untuk pergi ke Asmat dengan kapal dan pesawat atau melakukan perjalanan ke kali Bian dan kali Maro. Pada level air tertentu (air pasang), kali maro akan terhubung dengan Tanah Merah, dimana Belanda mengasingkan Soekarno sebagi tahanan politik. Daerah-daerahnya berada diwilayah rendah, dan berliku-liku dan banyak sungai dan perbukitan disebelah utara yaitu pegungan jayawijaya. Pada Wilayah-wilayah pesisir pantai terdapat pohon bakau dengan pantai yang berlumpur. Merauke merupakan ibukota dari kabupaten merauke. Jumlah penduduk merauke terdiri dari 17 suku setempat dengan perbedaan bahasa dan kebudayaan. Suku-sukunya antara lain: Marind, Moraori, Kanum, Yei, Kimaam, Muyu, Mandobo, Jair, Kuruwai, Kombai, Citak, Mitak. Yaghai, Awyu, Asmat, Wiyagar and Yelmek. yang dari ke17 suku yang terdapat dikabupaten merauke ini marindlah yang merupakan suku asli yang memiliki kota merauke. Disamping itu banyak suku dari daerah lain.